WASPADAI PORNOGRAPI ANAK DI MEDIA SOSIAL


Kemarin di Perpustakaan Presiden BJ.Habibie, saya bersama sahabat saya di DPR RI : Rahayu Saraswati (Gerindra Komisi 8 ) dan Amy Surya (PAN komisi 2) diskusi soal korban kekerasan seksual dan aturan perundang-undangan dengan Komnas perempuan dan aktivis perempuan lain.

Mendengar langsung pengalaman dari teteh Netty isteri Ahmad Heryawan (gubernur Jabar) bagaimana Jabar pontang panting menghadapi tingginya kejahatan seksual. Merinding mendengar anakanak miskin di Bandung usia 9 dan 11 tahun disuruh ibunya beradegan seksual dengan perempuan dewasa untuk kemudian direkam dan disebarkan. Mereka dibayar 300 ribu rupiah. Video rekaman dipesan oleh jaringan pornograpi anak dari Rusia dan Kanada. Pemesanan dan penyebarannya via Facobook. Begitu banyak korban kekerasan dan kejahatan seksual yang dialami oleh anak anak.

Saya teringat anak SMP di sumatera yang diperkosa dan dibunuh oleh belasan orang. Anak perempuan di Kabupaten Kubu Raya yang juga diperkosa oleh belasan orang.

Pornograpi anak mulai masuk ke ruang ruang keluarga melalui media sosial. Tak henti saya menghimbau orang tua yang anaknya sudah diizinkan memiliki akun media sosial, agar mengawasi anak anaknya dengan maksimal. Banyak anak anak yang jadi korban juga karena kontak via media sosial. Media sosial adalah pisau bermata dua, bisa berdampak negatif dan berdampak positip. Meminimalkan dampak negatif bagi anak anak adalah tugas kita bersama.

Tabik

Erma Ranik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *