Taruna Akpol Meninggal, Erma Desak Kapolri Pidanakan Semua Pelaku

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

Erma S. Ranik S.H.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Anggota Komisi 3 DPR RI Dapil Kalbar, Erma S Ranik mengatakan, sehubungan dengan tewasnya taruna Akpol brigadir dua taruna Muhamad Adam yang diduga tewas karena dianiaya seniornya.

Sebagai anggota Komisi Hukum DPR RI yang merupakan mitra kepolisian menyatakan duka yang mendalam untuk keluarga korban.

“Semoga almarhum diterima oleh Tuhan menuju ke pintu surga dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” katanya, Jumat (19/5/2017).

Politisi Fraksi Demokrat ini mendukung langkah Kapolri untuk mempidanakan semua pelaku yang diduga bertanggungjawab.

Kasus ini harus diinvestigasi dengan serius dan mendalam agar bisa diketahui siapa saja yang terlibat.

“Sehingga yang terlibat ini bisa dimintai pertanggungjawabannya,” ucapnya.

Erma menuturkan, dunia kejahatan sekarang lebih banyak kejahatan kerah putih dan lintas negara.

Kemampuan intelektual polisi lebih dibutuhkan. Kemampuan fisik hanya supporting, bukan jadi yang utama.

Mestinya begitu juga kurikulum dan semua kegiatan ekstrakurikuler pembentukan di Akpol.

Akar masalah penyiksaan terhadap Taruna ini adalah tradisi kekerasan yang diturunkan dari tahun ke tahun.

“Sudah seperti lingkaran setan. Karenanya trasidisi ini harus diputus oleh Pengasuh dan Sistem di Akpol,” ungkapnya.

Taruna akpol ketika proses seleksinya dipilih orang-orang yang dianggap menonjol dari segi intelektual, psikis dan fisik.

Mereka dibentuk di Akpol dengan tujuan menjadikan taruna ini pimpinan Polri yang cerdas, tanggap dalam melayani masyarakat dan mampu memberantas penjahat.

Tradisi kekerasan yang terjadi antar Taruna membuat tujuan ini tidak tercapai.

“Saya malah curiga tradisi kekerasan akan menyebabkan merusakan fisik dan psikis yang akan dibawa hingga kelak sudah keluar dari kampus,” terang Erma.

Dikatakan Erma, polisi Indonesia tugasnya adalah melindungi rakyat dan menangkap penjahat. Tradisi kekerasan di Akpol harus dihentikan.

Karena itu ia mendukung adanya audit independen dari institusi luar kepolisian untuk perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh. “Termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan pembinaannya oleh senior,” tuturnya.  | Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *