Sebuah Cerita dibalik Seminar Nasional memperingati Hari Perempuan Internasional

Sebelum pelaksanaan Seminar : galau karena mikirkan substansi dan laporan lapangan soal membludaknya peserta. undangan hanya 1000 orang yang datang 1170 an peserta. Jadi pas ngeladenin wawancara wartawan agak agak gimana gitu.

Untung pas di ruang holding ngobrol ringan dengan Ketua DPR mas Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR om Agus Hermanto, Wakil Ketua MPR om E.E.Mangindaan dan Wakil Ketua DPR dari Golkar Bang Mahyudin. Mas ketua fraksi dan ibu Ani juga luar biasa.

Puji Tuhan semua narasumber datang. Substansinya luar biasa. Ibu Aria, narasumber tuna netra tambil luar biasa. Saat satu panel dengan pak menteri Bappenas dan Bu Menteri Pemberdayaan Perempuan, beliau dg tangkas menjelaskan persoalan kemiskinan perempuan Disabilitas di Indonesia. Saya yang jadi moderator lupa bahwa ibu Aria ini adalah tuna netra sejak lahir. Seorang peserta tuna rungu bahkan bersemangat bertanya dan protes soal UU yang tidak melindungi Disabilitas korban perkosaan.

Usai seminar yang berlangsung sukses, saya tambah bahagia dan ketawa ngakak dikunjungi 8 perempuan Kader Demokrat dari Kalbar yang kocak kocak.Dapat cerita bagaimana mereka berburu berfoto sama Pak SBY, ibu Ani, Vena Melinda dll.

Begitu bersemangat mau berfoto bersama ketua fraksi sampai teriak teriak minta perhatian. ” Abaaang Ibaasssss, kami dari Kalbar mau foto !!!!!!
Ngakaklah saya dan Firliana Purwanti membayangkan Mas Ibas kaget dipanggil abang. Ha ha ha.

Geng mbak Cahya dan Rima Rimaaih nih emang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *