SAHABAT ITU HARTA BERHARGA

Tadi saya ikut menyaksikan pembacaan vonis majelis hakim terhadap Fidelis Arie sudewarto. Vonisnya membuat saya menghela nafas panjang . Kecewa ya kecewa.
Malam ini saya mau nulis bukan soal vonis atau langkah hukum selanjutnya. Itu sudah hak fidelis. Biarlah ia yang memutuskan banding atau tidak.
Malam ini saya ingin membagikan pengalaman saya. soal sebuah persahabatan indah yang saya lihat dari kisah haru biru fidelis.

Dalam hidup ini sulit mencari sahabat. Banyak kawan bisa kita dapat. Kawan bisa datang saat kita dalam kondisi bersukacita. Berlimpah malah. Tapi seorang sahabat sulit dicari. Sahabat adalah mereka yang datang dan menolongmu saat kau di titik nadir.

Hari ini saya melihat indahnya persahabatan. Melihat bagaimana Dominikus Okbertus Srikujam pastor Fery, kombes along, dan staff kesbanglinmas setia menemani Fidelis. Di setiap persidangan mereka hadir. Tak hendak alpa.

Tadi usai menjenguk fidelis di rutan Sanggau, saya singgah di rumah fidelis. Ada ibu, ayah, anak anaknya dan saudaranya. Saya ditunjukan kamar tempat almarhum yeni dirawat. Masih banyak botol botol obat disitu. Samuel anak fidelis yang kecil sibuk dengan mobil mainannya. Yuven anaknya yang sulung kelihatan tak bersemangat. Ia kecewa dg vonis ayahnya. Ada rasa tangis yang ia tahan. Ia sangat berharap ayahnya bisa cepat pulang ke rumah. Bocah ini saya pikir terbiasa menahan tangis. Saat ayahnya ditahan di rutan sanggau. 32 hari ia ikut mengurus ibunya hingga meninggal dunia di RSuD Sanggau. Yuven menempa dirinya menjadi remaja yg tegar. Masak dan menyiapkan perlengkapan sekolahnya rutin ia lakukan sendiri sejak ibunya mulai sakit.

Saya juga dikenalkan dengan sahabat sahabat fidelis. Rekannya satu kantor, dan seorang pastor namanya Pastor Fery. Beliau pelayanan di daerah Lintang Sanggau. Pastor Fery inilah salah satu sahabat Fidelis. Ada juga Deni Asmawet. Mereka bercerita tentang masa kecil mereka.

Selama fidelis dalam proses peradilan sahabat sahabatnya ini tak henti membantu. Baik dengan menghadiri sidang, menjenguk fidelis di rutan utk menguatkannya.

Saya melihat betapa persahabatan lintas agama dan suku sungguh menyetuh. Fidelis orang Jawa Katolik, pastor fery Dayak, kombes along Jawa Islam, dominikus srikujam Dayak katolik, Deni asmawet flores Protestan. Bahu membahu mereka saling tolong. Bersama kak Yohana (kakak fidelis) Mereka menggalang dukungan lewat medsos untuk fidelis. Meluruskan opini jahat yang awalnya dibangun yang menyatakan fidelis pengedar dan pemakai narkoba.

Di rumah fidelis tadi sore, tanpa kehadiran fidelis, pastor fery memimpin doa. Sungguh menyentuh hati. Ia berdoa agar fidelis senantiasa diberikan kekuatan, tetap berserah kepada Tuhan, juga mendoakan keluarga fidelis. Di penghujung doa pastor fidelis mengajak kami berdoa bapa kami dan salam maria 3 kali.

Di rumah itu juga, ayah fidelis menanyakan pada marcelina lin (pengacara) konsekwensi hukum dari putusan itu. Mereka bingung. Sebelumnya di PN Sanggau usai sidang. Ibu fidelis menggenggam tangan saya. Tangannya dingin ditengah teriknya kota sanggau. “Bagaimana ini bu. Kami ndak punya uang 1 milyard” sorot mata takut terpencar jelas. Saya jelaskan dalam bahasa sederhana makna subsider di vonis hakim. Tapi tampaknya keluarga ini masih bingung. Setelah pengacara menjelaskan detil barulah wajah lega tampak pada muka ayah dan ibu fidelis.

Di rumah itu juga saya mendengar bahwa fidelis sejak kecil terampil dalam pekerjaan tangan. “Waktu kami SD, ia bisa membuat mainan pesawat berputar putar sendiri dari bahan kayu ” kenang Deni Asmawet. Mereka berbagi kisah kenakalan anak anak. Dimarah orang tua. Jatuh, luka, tertawa.

Saya merasakan aura persaudaraan yang kuat. Hampir saya tak bisa bedakan mana saudara kandung fidelis. Mana yang bukan. Mereka lebur jadi satu.

Benar kata alkitab: “sahabat itu adakah orang yang menjadi saudara kita dalam masa kesusahan”
Fidelis, teman temanmu membuktikan bahwa mereka adalah Sahabatmu.

2 Agustus 2017

Erma Ranik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *