Para Penerima Anugerah Perempuan Inspiratif 2017 Demokrat

Berikut ini adalah para perempuan penerima Anugerah Perempuan Inspiratif 2017 Demokrat. Acara ini digelar Partai Demokrat bersama Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pidato untuk Perempuan Indonesia untuk memperingati Hari Kartini 21April 2017 di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

#KartiniDemokrat – Kategori Pelestari Budaya:  

Mak Dara – Penari dan Pelestari Joged Dangkung Melayu

Perempuan senior yang ceria ini adalah penari Joged Dangkung. Tarian asli Melayu dengan ciri khas penggunaan biola dan gendang sebagai pengiring jogednya.

“Pekerjaan saya jogged lah, Bu. Joged Dangkung. Itu Dangkonya,” sambil menunjuk gendang di sudut rumahnya. “Ketika menari, saya memakai kebaya melayu, bukan celana,” tambahnya.

Ma’ Dara tidak belajar khusus untuk mahir berjoged Dangkung. Namun karena sejak kecil ia terbiasa melihat jogged Dangkung, maka secara alami ia menguasai jogged ini sehingga bisa menjadi mata pencaharian juga.

“Saya biasa diundang di di acara pesta-pesta. Sekali menari bisa dari Isya’ sampai 12 malam. Bayarannya bisanya 2 juta. Itu sudah termasuk makan dan transport. Walau kadang-kadang di undangan kami juga dikasih makan,” ia menjelaskan.

Lalu ia melanjutkan penjelasannya, “Saya dapat undangan [jogged Dangkung] rata-rata dua bulan sekali atau tiga kali sebulan.”

Mak Dara terpilih menjadi salah satu Perempuan Inspiratif 2017 #KartiniDemokrat karena kegigihannya melestarikan budaya asli Melayu, Joged Dangkung.

#KartiniDemokrat – Kategori Pelestari Lingkungan

Saodah (Mak Odah) – Petugas Kebersihan Peduli Lingkungan Kota

Perempuan yang selalu optimis ini adalah petugas kebersihan yang menyapu jalanan di sekitar GOR Puri Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Ia adalah perempuan orang tua tunggal yang memiliki dua anak.

“Prinsip saya, tidak boleh ada satu daun pun tercecer di jalanan ini. Akan saya sapu terus tanpa henti,” demikian ia sampaikan prinsip kerjanya.

Dari penghasilannya yang terbatas sebagai tukang sapu Pemerintah Kota dan Dinas Kebersihan sejak 1984, namun Ia berhasil menyekolahkan anak perempuannya ke Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjung Pinang hingga sekarang anaknya menjadi Guru SMEA Pembangunan Batu Angan Atas. Sedangkan anak laki-lakinya adalah seorang nelayan.

“Kami sudah pisah dengan bapak anak-anak sejak 1991. Karena perlu biaya untuk hidup dan ingin punya anak lebih maju dari kita. Saya bekerja terus. Semoga anak-anak  semakin lebih baik sampai anak-cucu,” katanya.

Dengan positif ia mengatakan, “Saya bersyukur dengan pekerjaan ini karena bisa [menjalankan] tangung jawab dengan anak saya, bisa kenalan dengan masyarakat luas, dan cukup untuk kehidupan sehari-hari.”

Sambil tersenyum Ia mengatakan begini ketika mengetahui akan mendapat Penghargaan Perempuan Inspiratif 2017, “Kami ingin Partai Demokrat membantu dan memperhatikan [orang kecil] seperti kami. Dan terbukti dengan penghargaan ini, Partai Demokrat memperhatikan kami. Mudah-mudahan Demokrat lebih sukses lagi.”

Mak Saodah menerima Penghargaan Perempuan Inspiratif 2017 dari Partai Demokrat karena kesetiaan dan keseriusannya pada pekerjaan menjaga kebersihan Kota.

#KartiniDemokrat – Kategori Pendidik

Nirhayah – Guru yang mendidik bahwa keterbatasan fisik bukahlah halangan agar bermanfaat bagi masyarakat dan agama

Nirhayah adalah anak ke-15 dari 15 bersaudara. Pernah mengecap pendidikan sampai Kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Riau Pekan Baru, namun tidak selesai karena ayahnya meninggal.

“Ibu tidak berani lepas saya sendirian, maka saya megundurkan diri dari kuliah. Namun berhenti kuliah tidak berarti saya tinggal diam begitu saja. Saya terus bisnis dengan menjual baju-baju muslim dari Singapura lalu saya jual secara kredit di sini [Tanjung Pinang], ujarnya.

Nirhayah ini adalah seorang difabel, sejak kecil beraktivitas tanpa tangan.

Lalu ia terus bercerita, “Saya dari kecil bercita-cita menjadi guru, namun karena kondisi saya tidak memungkinkan, maka saya memutuskan untuk mengamalkan ilmu akhirat dengan bekal dari orang tua.”

Nirhayah membuka Taman Pembacaan Qur’an (TPQ) Al-Hikmah dengan jumlah santri sekitar 150 yang belajar mengaji, menerima bimbingan doa dan shalat, dan ahlaq untuk kepribadian anak-anak, selama empat jam dari Senin sampai dengan Kamis.

“Saya mengajar sejak tahun 1985, namun saya pegang sendiri TPQ sejak 1999. Sekarang pengajar di TPQ kami ada 13 orang. TPQ ini berjalan dengan iuran bulanan dari santri, “ ia terus menjelaskan.

Ia sampaikan Makna Penghargaan Perempuan Inspiratif 2017 dari Partai Demokrat untuknya sebagai berikut:

“Tujuan hidup saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Alhamdullilalh, saya menerima penghargaan dari Partai Demokrat. Penghargaan ini menunjukkan saya masih bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena yang dapat menilai kita bermanfaat atau tidak adalah orang lain.”

Nirhayah menerima Penghargaan Perempuan Inspiratif 2017 dari Partai Demokrat karena tekadnya menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar terlepas dari keterbatasannya sebagai difabel.

#KartiniDemokrat – Kategori Pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM)

Aryani

Aryani adalah perempuan pengusaha asli dari Pulau Penyengat pertama yang berhasil mendistribusikan dan menjual kue Deram-deram (cucur) keluar Pulau sampai ke Tanjung Pinang.

Karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, sejak kecil Ibu Aryani ia sudah buka usaha dengan menjual permen di warung kecil. Lalu sejak menikah pada 1998, ia diajarkan membuat kue Deram-deram ini oleh kakaknya.

Dalam keluarganya ia memiliki bakat memiliki bakat memasak. Karena ternyata Nenek saudaranya, nenek Zainun, adalah seorang tukang masak Raja.

“Salah satu penganan sore Raja adalah kue Deram-deram ini,” ujarnya.

Tadinya Aryani hanya menjual kue Deram-deram di Pulau penyengat saja dengan harga 500 rupiah per potong. Lalu atas bimbingan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian saya diajarkan bagaimana membuat dan memasarkan kue dengan kemasan yang bagus, supaya bisa dipasarkan ke luar Pulau Penyengat.

“Supaya Penyengat dikenal, maka salah satu cara untuk memperkenalkannya adalah dengan makanan khas pulau Penyengat,” Ia menjelaskan alasan kenapa bertekad menjual kue Deram-deram keluar Pulau.

Walau produk kue Ibu Aryani sudah mendapat label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan dan dijual di beberapa Mini market di Tanjung Pinang, namun penolakan juga masih banyak karena alasan kemasan.

Omset usaha kue ibu Aryani kini rata-rata adalah sebesar IDR 8-10 juta per bulan.

“Anak dan suami banyak membantu usaha ini. Suami membantu mendistribusikan ke Tanjung Pinang dan toko-toko sekitar sedangkan anak membantu Mmembuat label-label kemasan,” ucapnya.

Ia memaknai Penghargaan Perempuan Inspiratif ini untuk menginspirasi perempuan lain untuk mulai berusaha.

“Jangan takut, rugi sebelum mulai. usaha itu tidak dengan modal tapi dengan niat,” pesannya pada perempuan pengusaha lain.

Aryani menerima Penghargaan Perempuan Inspiratif 2017 dari Partai Demokrat karena keberaniannya mengambil risiko usaha untuk menjual kue ke luar Pulau Penyengat walau banyak yang meragukan usahanya. #KartiniDemokrat

#KartiniDemokrat – Kategori Ibu Rumah Tangga

Wirnawati – Perempuan Kepala Keluarga Tunggal yang menghidupi lima anak berkebutuhan khusus

Wirnawati, berumur 62 tahun ini, adalah seorang Janda yang ditinggal mati  suaminya sejak anak-anaknya masih kecil.

Untuk melanjutkan hidup, ia bekerja menjadi buruh cuci baju.

Ia menjelaskan pekerjaannya, “Dua hari sekali mencuci baju orang-orang kantor di sekitar sini. Gaji saya IDR 200 ribu per bulan.”

Lalu ia memperkenalkan anak-anaknya, “Annisa, ini Yuliana, itu Basuri. Ada yang Kelas Dua SD, 1 SD, yang ini tidak mampu otaknya, sehingga kelas 1 SD saja. Yang laki itu tidak sekolah karena tidak normal. Karena waktu kecil suka jatuh-jatuh.”

Semua anak-anak Ibu Winarti memiliki kelainan genetic atau Sindrom Down, sehingga rentan akan berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Salah satu anak perempuan Ibu Winarti adalah penyintas (survivor). Anak perempuannya pernah diculik dan diperkosa. Kasus ini didampingi oleh Yayasan Sehati.

Yang Ibu Wirnawati ingat tentang mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Program Beras Miskin (Raskin) yang sangat membantu kehidupannya.

Ketika ditanya tentang siapa yang pantas menjadi pemimpin bangsa ini suatu hari nanti? Ia menjawab, “Yang nomor satu lah [merujuk pada Pilkada DKI Februari 2017 lalu].”

Pesannya untuk Partai Demokrat adalah mudah-mudahan Partai Demokrat semakin sukses lagi dan berterima kasih atas Penghargaan Perempuan Inspiratif 2017 dari Perempuan Partai Demokrat.

Ibu Winarti terpilih menjadi Perempuan Inspiratif 2017 Partai Demokrat karena semangatnya menjadi kepala keluarga tunggal menghidupi semua anak-anaknya yang berkebutuhan khusus.

(Firliana Purwanti/dik) | Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *