MOHON DOA UNTUK FIDELIS

Senin 19 Juni 2017, Tim pemgacara dari Firma Hukum RANIK, MARCELINA dan Rekan kembali mendampingi Fidelis Arie Sudewarto dalam sidang pemeriksaan saksi. Fidelis adalah PNS di Pemda Kab. Sanggau Kalibar yg tersangkut kasus penanaman Ganja.

Kasus ini agak aneh krn Fidelis menanam ganja untuk mengobati isterinya Yeni Riawati. Almarhum Yeni mulai sakit sejak tahun 2013. Fidelis membawa belahan jiwanya ini ke RSU Sanggau, RS Antonius, RS Vincensius dan RS Sudarso agar ibu dari anak anaknya bisa sembuh. Alm Yeni didiagnosa oleh dr. An an (spesialis syaraf dr rumah sakit sudarso) menderita penyakit Syringomylia (kista dalam sumsum tulang belakang).

Akibatnya almarhumah tidak berdaya dan hanya di tempat tidur. Badannya dipenuhi luka dan borok yg berbau busuk. Fidelis tidak bisa membawa isterinya ke Jakarta karen berdasarkan diagnosa dokter jantung Yeni sangat lemah. Berbagai cara dilakukan fidelis agar isterinya tetap hidup. Ia kemudian memilih cara yg sangat berbahaya bagi hidup dirinya. Berbekal mesin pencari google di internet ia menanam ganja yg kemudian dipakai sarinya untuk meneteskan luka dan borok isterinya. Setiap kali ditetesi dengan sari ganja, borok isterinya berkurang dan bau busuk sedikit menghilang.

Fidelis sadar bahwa langkahnya membuat obat dari ganja untuk isterinya adalah tindakan yg belum dibenarkan dalam undang undang. Ia tak berniat jahat mengedarkan ganja. Ia beeniat menyembuhkan isterinya. Karena itu pada tanggal 14 februari 2017 Fidelis mendatangi BNN Sanggau untuk berkonsultasi. Sore harinya petugas BNN Sanggau mendatangi rumah fidelis dan melihat kondisi Yeni yg sedang sekarang serta tanaman ganja yg dipakai fidelis. Tgl 18 feb petugas BNN datang lagi menjenguk. Yang aneh tgl 19 February 2017 kepala BNN Sanggau membawa serombongan wartawan dan bersikap seolah olah ada operasi dari hasil laporan masyarakat. Suatu kebohongan yg nyata krn petugas BNN mengatahui Fidelis menanam ganja karena fidelis melaporkan dirinya.
Sejak BNN menangkap Fidelis tgl 19 february 2017, staff saya Dominikus Okbertus Srikujam memberi tahu saya kondisi fidelis. Saya bilang saya ndak mau ikut campur krn fidelis seorang PNS dan pasti ada mekanismenya. Selain itu saya sejak awal menggariskan bahwa firma hukum saya TIDAK BOLEH membela pengedar dan bandar narkoba.

Namun sampai tgl 6 Maret 2017 ternyata tidak ada pengacara yg mendampinginya karena fidelis tidak punya uang untuk membayar pengacara. Tgl 11 maret baru saya izinkan firma hukum saya mendampingi fidelis. Tim pengacara mengalami haru biru kisah sedih dalam pendampingan kasus ini. Setelah fidelis ditahan di LP Sanggau. Kondisi Yeni isterinya menjadi semakin lemah. Isterinya dibawa ke RS Sanggau dan akhirnya tanggal 25 Maret 2017 Yeni Riawati meninggal dunia dengan meninggalkan anak 2 orang yg masih kecil. Saya dikirimi foto saat yeni menibggal dan anak anaknya menangis kehilangan ibunya. Sementara fidelis di penjara. Untuk menjenguk almarhum isterinya Fidelis hanya diberikan waktu selama 3 jam pada 27 Maret 2017. Hanya itu. Ia tidak dibolehkan ikut misa 7 hari isterinya. Fidelis diperlakukan seperti bandar narkoba. Sesuatu yg sangat mengusik rasa kemanusiaan saya.

Senin 19 Juni kemarin, dalam rangka pemeriksaan saksi dari pembela. Kami menghadirkan Trisna (Ketua RT) Antonius (Kepala kesbangpolinmas) dan DR. Syarif Hasyim Azizurahman, SH (Dekan fakultas hukum Universitas Tanjungpura yg juga ahli hukum pidana).
Pada persidangan kemarin, Tim pengacara yg dipimpin Marcelina Lin, bersama Theo Kristoporus Kamayo dan rencana Suryadi juga ikut memaparkan bukti bukti yg meringankan. Beberapa diantaranya adalah Hasil tes urine seluruh pegawai Kesbangpollinmas sanggau tgl.14 Februari 2017 yg ditandatangani oleh Kepala BNN sangggau yg memperlihatkan bahwa Fidelis negatif. Artinya fidelis bukan pemakai narkoba.

Bukti lain yg diperlihatkan tim pengacara adalah print out laporan konsultasi dari website BNN Sanggau yg dilengkapi foto fidelis konsultasi dan buku tamu di BNN sanggau yg memperlihatkan jam konsultasi fidelis.

Saya salut dengan kehadiran DR. Syarif hasyim Azizurrahman. Puasa tidak menghalangi beliau pergi jalan darat ke sanggau untuk memberikan kesaksiannya sebagai ahli pidana. “Ini semata mata demi keadilan dan kemanusiaan” kata beliau ketika saya telp.

Semua fakta persidangan memperlihatkan bahwa fidelis BUKAN PEMAKAI, BUKAN PENGEDAR dan BUKAN BANDAR NARKOBA. Ia hanya seorang lelaki yg ingin isterinya hidup.

Sudah kami usahakan maksimal untuk fidelis. Tuntutan jaksa akan disampaikan pada 3 Juli 2017. Mohon doa teman teman semua agar fidelis mendapatkan keadilan. Agar ia bisa segera bertemu dengan 2 anaknya yg terlantar sudah lama.

Tabik

Erma Ranik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *