Legislator Prihatin Pelibatan Anak-Anak Sebagai Pelaku Bom Bunuh Diri

Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik, foto : iwan/hr

Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik mengungkapkan rasa duka citanya yang mendalam atas peristiwa pengemboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Sekaligus prihatin dengan pelibatan anak-anak sebagai terduga pelaku bom bunuh diri.

“Saya ucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas musibah pemboman tiga  gereja  di Surabaya. Dan terkait dugaan pelibatan anak-anak menjadi pelaku bom bunuh diri tersebut, ini menjadi sebuah peringatan bagi kita semua bahwa bahaya terorisme kini nyata dan generasi muda mudah terpapar paham-paham berbahaya seperti itu,” ujar Erma dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Lebih lanjut politisi dari Fraksi Partai Demokrat ini mengungkapkan dukungan penuh atas upaya  pemerintah dalam membongkar akar kejahatan  terorisme di Indonesia. “Mari kita, bangsa Indonesia membantu pihak keamanan dengan saling menjaga dan waspada terhadap lingkungan sekitar kita. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menjaga bangsa kita,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Minggu (13/5/2018) tiga Gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno menjadi sasaran bom bunuh diri yang didiuga dilakukan oleh pasangan suami isteri, Dita Oepriarto (47) dan Puji Kuswati (43). Tidak hanya itu, Pasutri ini pun ikut melibatkan keempat anaknya yang notabene masih di bawah umur untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera kepada wartawan, dalam peristiwa tersebut setidaknya tiga belas orang meninggal, termasuk enam diantaranya pelaku bom bunuh diri tersebut.  Malam harinya bom kembali meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo. Dalam peristiwa ini tiga orang tewas, termasuk pelaku yang diidentifikasi bernama Anton. (ayu/sc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *