Inikah Persiapan Agus Harimurti?

Tri Kurniawan – 26 April 2017 15:07 wib

Agus Harimurti Yudhoyono di Tanjungpinang, Kepualauan Riau. Foto: Instagram

Metrotvnews.com, Jakarta: Usai mengikuti Pilkada DKI 2017, Agus Harimurti Yudhoyono menerima banyak undangan dari daerah. Jumat, akhir pekan lalu, ia menemui masyarakat di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Tiba di Tanjungpinang, Agus salat Jumat di Masjid Agung Al-Hikmah. Foto yang diunggah di akun Instagram agusyudhoyono, menunjukkan Agus mendapat pelukan erat dari seorang pria. Perhatian jemaah tertuju kepada Agus.Lalu, Agus menghadiri acara Penganugerahan Perempuan Inspiratif 2017 yang bertepatan dengan Hari Kartini. Agus yang mengenakan pakaian adat warna biru mendekap Nihayah, guru mengaji di Masjid Raya Kota Tanjungpinang yang terlahir tanpa tangan.

“Selama puluhan tahun ia tak pernah lelah untuk mengajar. Subhanallah…. Selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan Indonesia…. Terima kasih atas segala pengorbanan dan pengabdianmu,” penggelan keterangan Agus terkait foto itu.

Agus juga memberikan kuliah umum bertema Mahasiswa dan Perspektif Pemimpin Masa Depan di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Dilansir Antara, kehadiran Agus sempat mendapat penolakan dari mahasiswa karena bendera Partai Demokrat terpasang di kampus.

Agenda Agus selanjutnya, mendeklarasikan program Indonesia Berlari 2045 di Bintan. Di depan mahasiswa UMRA, Agus sempat menjelaskan tentang program Indonesia Berlari 2045 menuju Indonesia Emas.

“Mahasiswa UMRAH adalah bagian dari generasi emas, generasi penerus bangsa. Harus optimistis bangun Indonesia Emas. Belajar, berusaha, dan ikhtiar bagian terpenting untuk menggapainya,” kata Agus di depan para mahasiswa. Agus mengakhiri kegiatan di UMRAH dengan swafoto bersama mahasiswa.

Kemudian, Agus sarapan di tempat yang pagi itu tampak ramai dikunjungi. Agus duduk diapit pria berkaos oranye dengan kain di lehernya dan seorang warga mengenakan caping.

Minggu pagi, Agus berlari bersama warga. Ia mengenakan kaos biru dengan tulisan #AHYforALL di dada. Sedangkan peserta lari lainnya mengenakan kaos biru bergambar lambang Demokrat dan wajah Agus.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, itu kunjungan pertama Agus setelah mengikuti Pilkada DKI. Menurut dia, kapasitas Agus dalam rangkaian kegiatan di Kepulauan Riau sebagai warga negara biasa.

Dalam kunjungan ke Kepulauan Riau, yang mendampingi Agus antara lain Hinca dan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Rachland Nashidik.

Agus Harimurti lahir di Bandung 38 tahun lalu. Ayahnya adalah Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Selepas lulus dari SMP Negeri 5 Bandung, Agus masuk SMA Taruna Nusantara Magelang pada 1994 , lulus dengan predikat terbaik pada 1997 dan meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas. Ia masuk Akademi Militer Magelang.

Agus lulus Akmil dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan Adhi Makayasa pada Desember 2000. Setelah itu, dia mengikuti Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada 2001.

Agus bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Pada 2002, dia menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad yang berpartisipasi dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh.

Agus juga mendapatkan gelar Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University.

Singkat cerita, beberapa hari sebelum pendaftaran Pilkada DKI 2017 ditutup, sang ayah menghubungi Mayor Agus, menanyakan kesiapannya mengikuti Pilkada DKI 2017. Agus, akhirnya memutuskan meninggalkan dunia militer yang sudah ia jalani selama 16 tahun untuk mengikuti Pilkada DKI.

Dia mengikuti seluruh tahapan pilkada, kampanye ke kampung-kampung, konsolidasi dengan tim pemenangan dan relawan, juga tentu debat dengan lawan. Di Pilkada DKI 2017, prestasi Agus tak seperti di TNI. Ia tidak bisa melanjutkan kompetisi ke putaran kedua karena perolehan suaranya terendah, hanya sekira 17%.

Ini diyakini baru awal, bukan akhir perjalanan Agus di politik. Perolehan suara 17% justru menjadi modal Agus untuk langkah selanjutnya.

Pengamat politik Hendri Satrio, dalam sebuah diskusi di Jakarta, 19 Februari, menduga pengusungan Agus di Jakarta bukan rencana utama SBY. Sangat mungkin Agus disiapkan untuk pemilihan presiden 2019.

“Apa pun hasilnya (di Pilkada DKI) Agus sekarang dikenal,” ujar Hendri.

Kemungkinan lain bagi Agus adalah menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Pengamat politik CSIS Arya Fernandes menilai, kunjungan ke Kepulauan Riau bagian dari persiapan Agus untuk menggantikan ayahnya.

“Saya kira pasca di DKI, Agus disiapkan untuk Demokrat 1,” ujar Arya.

Menurut Arya, Demokrat butuh figur yang bisa menjadi vote getter. Dan Arya menilai, Agus punya kemampuan itu.

“Agus berbenah usai kekalahan kemarin. Saya kira, ia akan memfokuskan mobilisasi di segmen generasi millenial,” kata Arya.

Hinca tak banyak menanggapi pendapat tersebut. “Kejauhan,” ujar dia kepada Metrotvnews.com, Rabu 26 April 2017.

Juru Bicara Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan, sambutan masyarakat Kepulaun Riau terhadap Agus luar biasa. Ia yakin masyarakat di sana menantikan kehadiran Agus.

Imelda tak memungkiri faktor Agus bagus untuk Demokrat. Kalau bicara Agus untuk menjadi orang nomor satu di Demokrat, Imelda mengatakan, “Kami lihat nanti ke depan.”

Menurut Imelda, ada yang lebih penting ketika menyaksikan antusiasme masyarakat menyambut Agus. “Kami berharap tentunya #AHYforALL. Jadi bukan hanya milik Demokrat,” kata Imelda melalui pesan singkat. (TRK) | Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *