Erma Ranik Ungkap Fakta Menarik Persidangan Setnov, Pengacara Pungut Informasi Sepotong

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

Anggota DPD RI asal Ketapang, Erma Suryani Ranik SH | TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Erma Suryani Ranik menyampaikan fakta persidangan menarik terkait kasus korupsi yang melibatkan terdakwa Setya Novanto yang juga Mantan Ketua Umum Partai Golkar.

“Dari deretan saksi-saksi yang dihadirkan ternyata memperlihatkan dugaan peran terdakwa semakin nyata. Tapi ini hendak dikaburkan oleh pengacara terdakwa Firman Wijaya, ” kata Erma melalui rilisnya, Kamis (25/1/2018).

Dikatakanya, berdasarkan keterangan saksi Mirwan Amir bahwa ia pernah menyampaikan informasi soal EKTP kepada presiden SBY diputar balikan menjadi kesan seolah-olah SBY lah otak E KTP.

“Saya faham bahwa Firman Wijaya harus membela kliennya dengan sangat berat mengingat kuatnya bukti dan fakta persidangan yang memberatkan kliennya. Akibatnya Firman Wijaya panik. Dan memungut informasi sepotong. Akibatnya yang timbul adalah Kebohongan besar, ” tegasnya.

Rangkaian fakta persidangan dari saksi-saksi dan terdakwa sebelumnya memperliatkan tidak sedikup pun keterlibatan SBY dalam korupsi E-KTP.

“Saran saya kepada Firman Wijaya, konsentrasi saja kepada perkara klien anda. Kebohongan bisa ditutupi, tapi sementara, kebenaran tidak bisa ditutupi meskipun ada yang berusaha mengaburkannya. Karena itulah saya yakin SBY sama sekali tidak terlibat sama sekali dalam korupsi EKTP, ” tuturnya.

Selain itu, Untuk media , kami minta untuk berhati-hati menyebut identitas narasumber. Berhentilah kalian menframing Partai Demokrat dengan informasi sesat bahwa Mirwan Amir adalah Politikus Partai Demokrat. “Kami sampaikan bahwa Mirwan Amir sudah lama tidak menjadi kader Partai Demokrat. Beliau sudah bergabung ke Partai lain, ” pungkasnya. | Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *