Erma Ranik: Sekolah Keluarkan Siswi Hamil Luar Nikah Adalah Hal Keliru

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Erma Suryani Ranik serahkan cinderamata kepada Camat Kelam Permai Maryadi saat reses di Kecamatan Kelam Permai, Selasa (28/2/2017) siang.

  • Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Erma Suryani Ranik menegaskan adalah hal keliru jika pihak sekolah mengeluarkan siswi korban hamil di luar pernikahan dari sekolahnya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) berlaku, siswa korban hamil di luar pernikahan wajib selesaikan pendidikannya hingga tuntas.

“Salah besar jika sekolah ambil keputusan mengeluarkan siswi itu,” ungkapnya saat reses di Kecamatan Kelam Permai, Selasa (28/2/2017) siang.

Erma meminta orang tua siswa korban hamil di luar nikah lakukan gugatan apabila anaknya mendapat sanksi dikeluarkan dari sekolah atau Kepala Sekolah.

“Saya minta orangtua, masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kecamatan melaporkan kepada saya secara langsung. Jika ada anak perempuan berstatus pelajar dikeluarkan dari sekolah karena hamil,” timpalnya.

Baca: Kepala Desa Pelimbing Keluhkan Perimbangan Dana Desa ke Anggota DPR RI

Erma menambahkan siswi itu hanya korban dari perbuatan oknum tidak bertanggungjawab. Menurutnya, wanita tidak bisa hamil, jika tidak ada pria. Kendati berkondisi hamil, anak didik punya Hak Asasi Manusia (HAM).

“Tidak boleh main berhentikan. Undang-Undang telah ada, prosedur dan mekanismenya jelas. Sebagai guru harusnya menjadi panutan,” jelasnya.

Sebagai panutan, Erma berharap agar para guru memberi motivasi bagi siswi berkondisi hamil di luar nikah.

“Motivasi sangat diperlukan agar mereka tidak merasa diasingkan saat harus jalani kondisi sebagai korban hamil di luar nikah. Meskipun, kondisi korban akan mengganggu konsentrasi siswa-siswi lainnya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *