17 TAHUN PEMBELAJARAN

9 september 2001, Partai Demokrat berdiri.

Ikut Pemilu 2004 pertama kali, Demokrat mendapatkan keoercayaan 8,4 juta rakyat atau 7,45 % dari 104 juta pemilih. Demokrat mendapatkan 57 kursi DPRRI. Tahun 2004 juga Tokoh Central Partai Demokrat berpasangan dengan pak JK meraih kepercayaan dari 69 juta rakyat atau 60,62 % dan terpilih sebagai presiden dan wapres 2004-2009.

Pemilu 2009, 21,7 juta rakyat memilih 148 anggota DPRRI dari Demokrat atau hampir 21 %. SBY – Budiono terpilih sebagai presiden dan wapres dengan pilihan 73, 8 juta suara atau 60,8 % dari seluruh jumlah pemilih. mengalahkan Mega-Prabowo yang meraih 32, 5 juta suara dan JK-Wiranto yang meraih 15 juta suara.

Bulan Mei tahun 2013 saya bergabung dengan Demokrat saat survey partai menurun terjun bebas. seumur hidup saya nggak pernah masuk partai. nggak pernah tertarik. Tapi saya suka dengan gaya kepemimpinan SBY. ia garis tengah. tidak je kanan dan tidak ke kiri Ia memimpin negara yang beragam suku dan agama dengan meletakan konstitusi dan hukum sebagai patokan dalam bernegara. Jadilah saya kader Partai Demokrat. partai pertama saya dan semoga partai terakhir.

Saat saya bergabung, survey partai tak sampai 5 persen. bahkan ada lembaga survey memprediksi Partai Demokrat bisa tak lolos Parliamentary Threshold jika tak segera berbenah.

Pemilu 2014, banyaknya kader utama yang tersangkut kasus korupsi menyebabkan suara rakyat pada Partai Demokrat menurun drastis. Kami hanya mendapat 61 kursi atau 10.5 % dari 560 kursi parlemen. saya terpilih menjadi anggota DPR dapil kalbar. untuk pilpres , Demokrat tak punya calon presiden dan calon wakil presiden.
Hail pilpres 2014, rakyat memilih Jokowi JK sebanyak 70,9 juta atau 53,15 persen. Prabowo -hatta kalah dan hanya meraih 62 juta suara atau 46,85 persen. Jokowi – JK presiden dan wapres 2014- 2019.

Demokrat memilih di luar pemerintahan. tapi kami bukan partai oposisi. Kami mendeklarasikan diri sebagai partai penyeimbang. Jika penerintahan baik bekerja untuk rakyat, kami dukung penuh. Jika tidak, kami kritik dengan keras.

Tahun 2019 berbeda dg pileg dan pilpres sebelumnya. Agenda pileg dan pilpres dilakukan bersamaan. sama seperti 2014, Partai Demokrat tidak memiliki kader yang berlaga di pilpres.

Kami belajar banyak dari semua proses ini. Kami memperbaiki diri. Dibawah pimpinan langsung SBY, bersih bersih internal dengan tegas dilakukan. Konsentrasi untuk bekerja bagi rakyat juga dilakukan.
Kader partai diminta untuk mendukung pemerintah dengan full jika ada program pemerintah yang baik dan beguna bagi rakyat. Tapi kader diminta mengkritik dengan keras jika ada program pemerintah yang tidak baik bagi rakyat dan berbahaya bagi konstitusi.

Saya belajar banyak dari pak SBY. saya nggak punya pengalaman berpolitik. Bapak saya bukan politisi. Saya beruntung ada pak SBY yang jadi Mentor politik saya. seperti spon saya menyerap begitu banyak ilmunya. Selaku diingatkan untuk tidak lelah mencintai Indonesia. Negara yang beragam. Pancasila dan bhineka tunggal ika tercantum dalam manisfesto partai sejak didirikan tahun 2001 dan dipertegas dalam mars Partai Demokrat yang selalu dinyanyikan pada setiap acara partai.

Mari kader seluruh Indonesia malam ini kita dengarkan pidato politik Ketua Umum kita.
Kader partai Demokrat selalu diajarkan SBY berpolitik dengan santun. Tapi jika ada fitnah, pantang bagi kita tidak menghadapinya secara ksatria. Kita dididik tidak jadi pengecut.

tabik

Erma Ranik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *